Sabtu, 13 November 2010

Tentang Aura



Aura lebih dikenal dengan biolistrik merupakan suatu lapisan yang ada di sekitar tubuh manusia yang digunakan untuk melambangkan kondisi energi, kesehatan serta karakter seseorang.

Aura terdiri dari dua bagian yang melapisi tubuh dimana bagian dalam biasa disebut AURA INTI (eterik) dan bagian luar disebut BIAS AURA (astral)

Tebal/tipisnya aura inti seseorang melambangkan besar kecilnya energi orang tersebut, dimana semakin tebal aura inti seseorang menunjukkan semakin besar energi yang bersangkutan, begitu pula sebaliknya.



Manusia, binatang, benda, tanaman dan mahluk halus memiliki aura dengan ciri – ciri :

Aura manusia
- Berwarna -warni sesuai karakternya
- Terasa panas.
- Dapat berubah warnanya.
- Dapat bermuatan positif dan negatif

Aura binatang & tumbuhan
- Hanya satu warna yaitu coklat muda / tipis.
- Terasa hangat.
- Dapat bermuatan positif dan negatif.

Aura benda.
- Berwarna hitam
- Ada yang terasa hangat adapula yang terasa dingin.
- Dapat bermuatan positif dan negatif.

Aura mahluk halus.
- Tidak berwarna.
- Terasa dingin menusuk.

Banyak orang menduga aura hanya dapat dilihat dengan  kekuatan batin tingkat tinggi, atau dengan bantuan khodam. Yang lebih modern, aura dapat  terlihat jelas lewat hasil jepretan kamera kirlian. Tapi tahukah, aura sebenarnya dapat  dilihat dengan mata telanjang. Tips berikut ini akan memandunya. Namun sebelum kita ulas  lebih jauh, ada baiknya kita tengok sejenak mengenai apa dan bagaimana sifat aura itu. Maksudnya agar kita tidak berpijak pada pemahaman yang salah.

Ada beberapa hal penting yang berkaitan dengan aura :

Aura manusia selalu berubah-ubah sesuai dengan kedewasaan  kepribadian seseorang.

Aura manusia berwarna-warni sesuai dengan kepribadian dan kehidupan  seseorang.







Masing-masing warna aura menunjukkan kepribadian yang berbeda.Panjang pendeknya aura dapat dideteksi dengan indra peraba kulit maupun dengan tongkat deteksi.Aura seseorang dapat mempengaruhi maupun dapat dipengaruhi oleh lingkungan sehingga dapat bertambah maupun dapat berkurang karena faktor lingkungan.


Ada beberapa hal yang dapat dilakukan agar pancaran aura tetap cemerlang, diantaranya :
  1. Makan makanan yang halal, baik dan tidak berlebihan.
  2. Olahraga yang cukup dan teratur.
  3. Memenuhi kebutuhan tubuh akan udara segar.
  4. Istirahat dengan cukup, mengurangi rokok, alkohol dan obat terlarang.
  5. Mengurangi gerak hati, gerak pikir dan kegiatan-kegiatan yang buruk.
  6. Mengurangi sikap hati yang kasar, mudah emosi dan memperbanyak rasa kasih sayang.



sumber: http://wbw-wbw.blogspot.com



Related Posts by Categories









0 komentar:

Poskan Komentar

Selamat Berkomentar :)

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...